Menu Bar

Kamis, 16 November 2017

TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI BESERTA FLOWCHART

FLOWCHART / BAGAN ALIR PENDIRIAN KOPERASI 


Tata Cara Pendirian Koperasi berdasarkan Peraturan Menteri  Koperasi dan UKM RI Nomor
10/Per/M.KUKM/IX/2015 tentang Kelembagaan Koperasi :

TATA CARA MENDIRIKAN KOPERASI

1 Sekelompok orang yang akan membentuk koperasi wajib memahami:
a. pengertian, nilai dan prinsip koperasi;
b. azas kekeluargaan;
c. prinsip badan hukum; dan
d. prinsip modal sendiri atau ekuitas.
2 Pembentukan koperasi harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a. Koperasi Primer dibentuk dan didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama;
b. Pendiri Koperasi Primer sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah warga negara
Indonesia, mampu melakukan perbuatan hukum dan memiliki kegiatan ekonomi yang sama;
c. Nama koperasi terdiri dari paling sedikit 3 (tiga) kata;
3.   Melaksanakan kegiatan usaha yang langsung memberi manfaat secara ekonomis kepada anggota;
4 Mengelompokkan usaha koperasi menjadi usaha utama, usaha pendukung dan usaha
tambahan yang dicantumkan dalam anggaran dasar;
5.   Para pendiri menyetorkan modal sendiri yang terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal untuk melaksanakan kegiatan usaha yang jumlahnya sesuai kebutuhan yang diputuskan oleh rapat pendirian koperasi.
6 Para pendiri wajib mengadakan rapat persiapan pembentukan koperasi yang membahas
semua hal yang berkaitan dengan
a. Rencana pembentukan koperasi 
b. nama koperasi;
c. rancangan anggaran dasar koperasi;
d. usaha koperasi;
e. besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib sebagi modal awal;
f. pemilihan pengurus; dan 
g. pemilihan pengawas.
7.   Dalam  rapat  persiapan  pembentukan  koperasi  dilakukan  penyuluhan  koperasi  terlebih dahulu oleh penyuluh perkoperasian baik dari instansi pemerintah maupun dari non pemerintah.
8 Dalam rapat pembentukan koperasi sebagaimana dimaksud dapat dihadiri oleh Notaris
yang terdaftar di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
9.   Notaris   sebagaiman dimaksud   mencatat   pokokpoko hasil   pembahasa yang disepakatidalam rapat pendirian untuk dirumuskan dalam akta pendirian.
10.  Rapat pembentukan koperasi primer dihadiri oleh sekurang-kurangnya 20 (dua puluh)
orang pendiri,
11.  Rapat pembentukan koperasi sebagaimana dipimpin oleh seorang atau beberapa orang yang ditunjuk oleh para pendiri.
12.  Rapat pembentukan sebagaimana menetapkan anggaran dasar koperasi.
13.  Anggaran dasar
14.  memuat sekurang-kurangnya:
a.  daftar nama pendiri;
b.  nama dan tempat kedudukan;
c.  jenis koperasi;
d.  maksud dan tujuan;
e.  jangka waktu berdirinya;
f keanggotaan;
g.  jumlah setoran simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal;
h.  permodalan;
i.   rapat anggota;
j.   pengurus;
k.  pengawas;
l.   pengelolaan dan pengendalian;
m. bidang usaha;
n.  pembagian sisa hasil usaha;
o.  ketentua mengena pembubaran penyelesaian dan   hapusnya   status   badan hukum;dan
p.  sanksi.
15.  Hasil pelaksanaan Rapat Anggota pembentukan koperasi dibuat dalam :
a. berita acara rapat pendirian koperasi; atau 
b. notulen rapat pendirian Koperasi.


PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI

1.   Para  pendiri  koperasi  atau  kuasanya  mempersiapkan  akta  pendirian  koperasi  untuk diajukan kepada Notaris.
2 Dala penyusuna akt pendiria koperasi,   par pendiri   atau   kuasanya   dapat
berkonsultasi dengan ahli perkoperasian yang didampingi oleh Notaris.
3.   Para pendiri koperasi atau kuasanya mengajukan permohonan pengesahan akta pendirian koperasi secara tertulis kepada Pejabat yang berwenang melalui Notaris.
4 Permohonan  pengesahan  Akta  pendirian  koperasi  diajukan  kepada  Menteri  dengan
melampirkan dokumen berupa:
a.  surat keterangan persetujuan penggunaan nama koperasi dari Pejabat;
b.  2 (dua) rangkap akta pendirian koperasi, 1 (satu) diantaranya bermaterai cukup;  
c.   surat kuasa pendiri;
d.  notulen rapat pembentukan koperasi;
e.  berita acara rapat Pembentukan Koperasi;
f akta pendirian koperasi yang dibuat dan ditandatangani oleh Notaris;
g.  surat bukti jumlah setoran simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal;
h.  surat keterangan domisili;
i.   rencana  kegiatan  usaha  koperasi  minimal  3  (tiga)  tahun  ke  depan  dan  Rencana
Anggaran Belanja dan Pendapatan Koperasi; dan
j.   Surat permohonan Izin Usaha Simpan Pinjam/Unit Usaha Simpan Pinjam, bagi Koperasi
Simpan Pinjam atau Koperasi jenis lain yang memiliki unit simpan pinjam.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar