Menu Bar

Senin, 21 Desember 2015

REVIEW FILM INDONESIA " BADIK TITIPAN AYAH "

BADIK TITIPAN AYAH





Film Badik Titipan Ayah merupakan film yang mengeksplor salah satu kebudayaan Indonesia yakni budaya dari masyarakat suku Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan. Film ini mengangkat tema tentang budaya siri yang dijunjung tinggi oleh masyarakat suku Bugis-Makassar. Film ini menceritakan tentang perempuan yang hamil di luar nikah bernama Tenri yang melakukan Silariang ( pergi dari rumah dengan pasangan yang tidak di restui kedua orangtuanya atau yang biasa di sebut kawin lari ) dengan firman, anak dari Karaeng Parappa. Hubungan mereka tidak di restui Kedua orangtua Tenri karena masalah bisnis Karaeng Parappa ( Ayah Firman ) dan Karaeng Tiro ( Ayah Tenri ). Karaeng Parappa menuduh Karaeng Tiro melakukan kecurangan dalam bisnis yang di rintis mereka berdua dahulu sehingga mengalami kebangkrutan. Perbuatan Silariang yang di lakukan Tenri dan Firman tersebut merupakan siri ( hal yang memalukan dalam masyarakat suku Bugis-Makassar ). Sementara masyarakat suku Bugis-Makassar sangat menjunjung tinggi martabat keluarganya. Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut  harus melalui adat mereka,  Karaeng Tiro memberikan Badik Ilasanrego kepada Aso ( Kakak Tenri ) untuk mencari pasangan tersebut lalu membunuh mereka berdua. Namun akhir dalam film ini Tenri dan Firman tidak di bunuh karena  Karaeng Caya ( Ibu Tenri ) melerai konflik tersebut. Limpo ( Anak Angkat Karaeng Tiro yang membantu Aso dalam menyelesaikan siri ) mengorbankan dirinya sendiri karena tidak dapat menyelesaikan siri dan agar badik tersebut masuk ke dalam sarungnya karena sudah menjalankan tugasnya meneteskan darah di badik tersebut. Film ini merupakan film yang sangat kental akan nuansa kedaerahan masyarakat suku Bugis-Makassar yang terlihat dari suasana yang di tampilkan dalam film tersebut di beberapa adegan ada masyarakat sedang berlatih silat, ada yang sedang membatik, lalu dari backsound itu sendiri, logat serta bahasa yang di ucapkan para pemain yang membuat nuansa kedaerahan tersebut sangat kental terasa. Selain itu Film ini secara tidak langsung mempromosikan adat atau budaya masyarakat suku Bugis-Makassar yakni masyarakat suku Bugis-Makassar sangat menjunjung tinggi budaya siri, mengajarkan beberapa bahasa masyarakat suku Bugis-Makassar dan salah satu film yang mempromosikan alat tradisonal masyarakat suku Bugis-Makassar yakni Badik Ilasanrego. Film ini sangat di rekomendasikan untuk di saksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat mengenal kebudayaan masyarakat suku Bugis-Makassar selain dari kebudayaannya sendiri.


Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Badik_Titipan_Ayah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar