BADIK TITIPAN AYAH
Film Badik Titipan Ayah merupakan film yang mengeksplor salah
satu kebudayaan Indonesia yakni budaya dari masyarakat suku Bugis-Makassar,
Sulawesi Selatan. Film ini
mengangkat tema tentang budaya siri yang dijunjung tinggi oleh masyarakat suku
Bugis-Makassar. Film ini
menceritakan tentang perempuan yang hamil di luar nikah bernama Tenri yang
melakukan Silariang ( pergi dari rumah dengan pasangan yang tidak di restui
kedua orangtuanya atau yang biasa di sebut kawin lari ) dengan firman, anak dari
Karaeng Parappa. Hubungan mereka tidak di restui Kedua orangtua Tenri karena
masalah bisnis Karaeng Parappa ( Ayah Firman ) dan Karaeng Tiro ( Ayah Tenri
). Karaeng Parappa menuduh Karaeng Tiro melakukan kecurangan dalam bisnis yang
di rintis mereka berdua dahulu sehingga mengalami kebangkrutan. Perbuatan
Silariang yang di lakukan Tenri dan Firman tersebut merupakan siri ( hal yang
memalukan dalam masyarakat suku Bugis-Makassar ). Sementara masyarakat suku
Bugis-Makassar sangat menjunjung tinggi martabat keluarganya. Maka dari itu,
untuk menyelesaikan masalah tersebut
harus melalui adat mereka,
Karaeng Tiro memberikan Badik Ilasanrego kepada Aso ( Kakak Tenri )
untuk mencari pasangan tersebut lalu membunuh mereka berdua. Namun akhir dalam
film ini Tenri dan Firman tidak di bunuh karena Karaeng Caya ( Ibu Tenri ) melerai konflik
tersebut. Limpo ( Anak Angkat Karaeng Tiro yang membantu Aso dalam
menyelesaikan siri ) mengorbankan dirinya sendiri karena tidak dapat
menyelesaikan siri dan agar badik tersebut masuk ke dalam sarungnya karena
sudah menjalankan tugasnya meneteskan darah di badik tersebut. Film ini
merupakan film yang sangat kental akan nuansa kedaerahan masyarakat suku Bugis-Makassar yang terlihat dari suasana yang di tampilkan dalam film tersebut
di beberapa adegan ada masyarakat sedang berlatih silat, ada yang sedang
membatik, lalu dari backsound itu sendiri, logat serta bahasa yang di ucapkan
para pemain yang membuat nuansa kedaerahan tersebut sangat kental terasa.
Selain itu Film ini secara tidak langsung mempromosikan adat atau
budaya masyarakat suku Bugis-Makassar yakni masyarakat suku Bugis-Makassar sangat
menjunjung tinggi budaya siri, mengajarkan beberapa bahasa masyarakat suku Bugis-Makassar
dan salah satu film yang mempromosikan alat tradisonal masyarakat suku Bugis-Makassar yakni Badik Ilasanrego. Film ini sangat di rekomendasikan untuk
di saksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat mengenal kebudayaan
masyarakat suku Bugis-Makassar selain dari kebudayaannya sendiri.
Referensi :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Badik_Titipan_Ayah
Referensi :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Badik_Titipan_Ayah

